Jumat, 02 Agustus 2013

PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE), ECONOMIC VALUE ADDED (EVA) DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. TELKOM TBK

 Yunita Sari Dwi Asih S.
Fakultas Ekonomi – Universitas Gunadarma
ABSTRAK
Harga saham merupakan suatu cerminan dari nilai perusahaan. Besar kecilnya harga saham mempengaruhi keputusan investasi para pemegang saham (investor). Semakin baik prestasi yang dimiliki oleh perusahaan, maka semakin banyak pula pemegang saham (investor) yang berminat dengan saham perusahaan tersebut. Informasi mengenai prestasi yang baik dari suatu perusahaan dapat dilihat dalam laporan keuangan yang dipublikasikan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Return On Assets (ROA), Return ON Equity (ROE), Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) terhadap  harga saham pada PT. Telkom Tbk. Pada penelitian ini dilakukan beberapa uji analisis yaitu uji analisis menggunakan program SPSS 17.0.
Bedasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) berpengaruh secara simultan terhadap harga saham. Secara parsial, Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap harga saham.

Kata Kunci : Harga Saham, Return On Assets, Return On Equity, Economic Value Added dan Market Value Added.

       I.            PENDAHULUAN
            Pasar modal merupakan sarana alternatif investasi bagi para pemegang saham (investor) selain alternatif yang biasa ditawarkan (menabung di bank, membeli emas, dan lain-lain). Pasar modal bertindak sebagai penghubung antara pihak pemegang saham (investor) dengan perusahaan atau institusi pemerintah melalui perdagangan instrument jangka panjang. Instrument yang kini banyak diminati yaitu saham. Penanaman modal melalui pembelian saham ini diharapkan dapat menjadi alternatif  penghimpunan dana selain dari sistem perbankan.

            Perkembangan pasar modal berjalan seiring dengan perkembangan perusahaan-perusahaan go public yang terdaftar didalamnya.  Perkembangan ini tidak lepas dari keputusan pemegang saham (investor) untuk menanamkan modalnya baik membeli, menjual atau mempertahankan saham.


            Sebelum memutuskan untuk melakukan investasi, pemegang saham (investor) memerlukan beberapa informasi penting tentang perusahaan. Hal ini berguna bagi pemegang saham (investor) untuk memprediksi sejauh mana prestasi perusahaan dari saham yang akan dipilih serta keuntungan optimal yang akan diperoleh. Selain itu juga informasi tersebut membantu investor untuk meminimalisir resiko dalam pengambilan keputusan.

            Informasi yang dibutuhkan para pemegang saham (investor) dapat diperoleh melalui penilaian terhadap laporan keuangan perusahaan. Sesuai dengan keputusan Ketua Bapepam No. Kep. 38/PM/1996 yang mewajibkan para perusahaan untuk menyampaikan laporan tahunan agar terdapat transparasi informasi yang berhubungan dengan kinerja perusahaan yang bersangkutan. Dengan begitu, pemegang saham (investor) lebih mudah mendapatkan informasi dan sekaligus mengetahui reputasi dan kinerja perusahaan.

            Untuk mengukur kinerja operasional suatu perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan rasio keuangan. Rasio keuangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rasio profitabilitas. Rasio Profitabilitas menggambarkan kemampuan suatu perusahaan dalam menghasilkan laba selama periode tertentu. Apakah hasil dari operasional perusahaan yang telah dicapai pada periode ini lebih menguntungkan dari tahun-tahun sebelumnya atau justru mengalami kerugian. Adapun Rasio profitabilitas yang digunakan yaitu Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE). Selain rasio profitabilitas, pada penelitian ini digunakan pula Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) sebagai variabel independent. EVA diperkenalkan oleh Stern Stewart & Co (perusahaan keuangan di Amerika). EVA dan MVA merupakan kunci dari penciptaan nilai perusahaan dan didasari pada penelitian yang dilakukan di Amerika serikat dan beberapa negara lain yang telah berhasil menciptakan kekayaan bagi para pemegang saham (Hendrata:2001). 

            Harga saham di bursa efek akan ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran. Pada saat permintaan saham meningkat, maka harga saham tersebut akan cenderung meningkatkan. Sebaliknya, pada saat banyak orang menjual saham, maka harga saham tersebut cenderung akan mengalami penurunan (Pakarti dan Anoraga, 2001:60).

            Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia terbagi atas banyak sektor dan sub sektor saham. Salah satunya saham yang ditawarkan adalah perusahaan PT. Telkom Tbk. Perusahaan ini bergerak dibidang telekomunikasi. PT. Telkom Tbk merupakan salah satu penyedia jasa informasi dan telekomunikasi terbesar di Indonesia. Telkom mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 104 juta (Wikipedia Indonesia).

            Berdasarkan latar belakang dan uraian singkat diatas penulis tertarik mengambil judul “PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA), RETURN ON EQUITY (ROE), ECONOMIC VALUE ADDED (EVA)  DAN MARKET VALUE ADDED (MVA) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. TELKOM TBK”.

Berdasarkan latar belakang di atas, penulis merumuskan masalah penelitian sebagai berikut : “Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap harga saham PT. Telkom Tbk baik secara parsial maupun secara simultan.

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Apakah Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap harga saham PT. Telkom Tbk baik secara parsial maupun simultan.

    II.            TELAAH PUSTAKA
Harga Saham
Harga dari saham dapat dibedakan menjadi :
1.                  Harga Nominal
Harga yang tercantum dalam sertifikat saham. Harga ini merupakan harga yang ditetapkan pihak emiten untuk menilai lembar saham yang dikeluarkan. Pentingnya harga nominal dikarenakan melalui harga ini dapat ditetapkan deviden minimalnya.

2.                  Harga Perdana
Merupakan harga pada saat saham tersebut tercantum di bursa efek.  Harga perdana ditetapkan oleh pihak emisi dan emiten atau dapat dikatakan harga pasar adalah harga jual dari perjanjian emisi kepada pemegang saham (investor).

3.                  Harga Pasar
Harga jual dari pemegang saham (investor) yang satu dengan pemegang saham (investor) yang lain. Harga ini terbentuk setelah saham tercatat di bursa. Harga ini disebut sebagai harga dipasar sekunder dan merupakan harga yang mewakili harga perusahaan penerbit. Dikatakan demikian karena dalam pasar sekunder, kemungkinan untuk terjadinya negosiasi kecil.

Return On Assets (ROA)
Return On Assets adalah perbandingan laba bersih dengan total aktiva. Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari aktiva yang dipergunakan (Guinan 2009:307).
Rumus :
Æ  Return On Assets = (laba bersih / total aktiva)  x 100%

Rasio ini menghubungkan laba bersih yang diperoleh dari operasi perusahaan dengan jumlah aktiva yang digunakan untuk  menghasilkan keuntungan (Mukhtarudin dan Desmon 2007).

Return On Equity (ROE)
Return On Equity adalah perbandingan laba bersih dengan modal sendiri. Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham (Sartono 2001:124).
Rumus :
Æ  Return On Equity = (laba bersih / total equity)  x 100%

ROE menunjukan berapa banyak keuntungan yang dapat dihasilkan perusahaan dengan uang yang diinvestasikan oleh pemegang saham atau dikenal juga sebagai pengembalian atas kekayaan bersih (Guinan 2009:308). Hasil dari rasio ini menggambarkan kemampuan manajemen dalam memanfaatkan investasi para pemegang saham. Perhitungan ini membantu pemegang saham (investor) dalam menentukan profitabilitas selama periode yang dihitung (Guinan 2009:309).
Economic Value Added (EVA)
Economic Value Added atau EVA merupakan jumlah uang bukan rasio yang diperoleh dengan cara mengurangi beban modal (capital charge) dari laba bersih operasi (Anthony & Vijay:2002). EVA adalah suatu sistem manajemen keuangan untuk mengukur laba ekonomi dalam suatu perusahaan. Metode ini  merupakan tolak ukur kinerja keuangan dengan mengukur perbedaan antara pengembalian atas modal perusahaan dengan biaya modal (Young &O’Bryne:2001). Dapat dikatakan EVA adalah metode yang mengukur nilai tambah yang dihasilkan suatu perusahaan dengan cara mengurangi Net Operating After Tax (NOPAT) dengan biaya modal yang timbul akibat investasi yang dilakukan.
            Adapun keunggulan dari EVA (Mulia:2002) adalah :
·         Fokus pada nilai tambah dengan memperhitungkan beban sebagai konsekuensi investasi.
·         Memperhatikan harapan para penyandang dana secara adil yang dinyatakan dengan ukuran tertimbang dari struktur modal yang ada dan berpedoman pada nilai pasar.
·         Digunakan secara mandiri tanpa memerlukan data pembanding.
·         Digunakan sebagai dasar penilaian pemberian bonus kepada karyawan terutama divisi yang memberikan nilai tambah lebih.
·         Merupakan ukuran praktis, mudah dihitung dan mudah digunakan sehingga mudah diaplikasikan dan menjadi salah satu pertimbangan dalam mempercepat pengambilan keputusan bisnis.

Parameter untuk metode ini ialah jika EVA > 0 (positif) menunjukan bahwa telah terjadi proses nilai tambah ekonomis. Jika EVA = 0 atau menunjukan posisi impas berarti tidak terjadi nilai tambah ekonomis. Jika EVA < 0 (negatif) tidak terjadi proses nilai tambah pada perusahaan. 
Rumus :
·         Menghitung nilai laba operasi bersih setelah pajak (Net Operating Profit After Tax) atau disebut NOPAT.

NOPAT = laba (rugi) usaha - pajak.

·         Menghitung nilai invested capital

Invested Capital = Total Hutang + Ekuitas – Pinjaman Jangka Pendek

·         Menghitung biaya rata-rata modal rata-rata tertimbang (WACC) yaitu jumlah biaya dari masing-masing sumber modal .

WACC = { D X rd (1 – Tax ) } + ( E x re )

Keterangan :
D = total utang / total utang dan ekuitas
rd = beban bunga / total utang
re = laba bersih / total ekuitas
E = Total ekuitas / total utang dan ekuitas
Tax = beban pajak / laba bersih sebelum pajak

·      Menghitung Capital Charges yaitu aliran kas yang di butuhkan mengganti para investor atas resiko usaha modal yang di tanamkan.

·         Menghitung EVA (Economic Value Added)

 Capital Charges = WACC x Invested
EVA = NOPAT - Capital Charges
Market Value Added (MVA)
Market Value Added ialah pengukuran kinerja operasional perusahan. MVA menurut steward merupakan alat pengukuran kinerja yang tepat untuk menilai sukses tidaknya perusahaan dalam menciptakan kekayaan bagi pemiliknya (dalam Meita:2009). Parameter yang digunakan untuk mengukur Market Value Added adalah jika MVA > 0 (positif) berarti perusahaan berhasil meningkatkan nilai modal yang telah diinvestasikan oleh pemegang saham (investor). Jika MVA < 0 (negatif) menunjukan bahwa perusahaan tidak berhasil meningkatkan nilai modal yang telah diinvestasikan oleh penyandang dana (Young dan O’Byrne:2001).

Rumus : 
Æ  Market Value Added  = market value - invested capital

 III.            METODELOGI PENELITIAN
            Dalam memperoleh data dan informasi yang diperlukan untuk menyelesaikan penulisan ini, penulis menggunakan internet sebagai media pengumpulan data. Data-data yang diperoleh berupa data sekunder yang antara lain profil perusahaan, laporan keuangan dan harga saham yang didapat melalui website BEI (www.idx.co.id) juga website resmi PT. Telkom Tbk. (www.telkom.co.id).

Adapun hipotesis atas penelitian yang akan dilakukan adalah:
Ho1      : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Return On Assets (ROA) terhadap harga saham.

Ho2      : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Return On Equity (ROE) terhadap harga saham.

Ho3      : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Economic Value Added (EVA) terhadap harga saham.  

Ho4      : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Market Value Added (MVA terhadap harga saham.  

HO5        : Tidak terdapat pengaruh signifikan antara Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE) , Economic Value Added (EVA) dan Market Value Added (MVA) terhadap harga saham secara bersama-sama.

 IV.            HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil regresi linear berganda dengan menggunakan tingkat signifikansi 0.05 menunjukan hasil R square 0,495 yang mengartikan bahwa variable terikat mampu dijelaskan oleh variable bebas sebesar 49,5% dan sisanya dijelaskan oleh factor lain. Dari hasil uji F (anova)  dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak kerana F hitung > dari F table yaitu 8,609 > 2,95 yang artinya variabel bebas (ROA, ROE, EVA dan MVA) berpengaruh simultan terhadap harga saham.

Berdasarkan tabel 4.10, untuk variabel ROA didapatkan nilai B sebesar 11404.491 yang berarti memiliki hubungan searah dengan harga saham. Hasil t hitung dan signifikan diperoleh nilai sebesar 0.881 dan 0,386. Sedangkan nilai t-tabel dengan tingkat signifikan 0,05 dan df = 27 (0,05;27) adalah sebesar 2,052.

Dari hasil tersebut berlaku t-tabel > t-hitung atau Ho diterima dimana 2,052 > 0.881. Dengan membandingkan tingkat signifikan t-hitung dengan tingkat signifikan t-tabel, diperoleh t > 0,05 atau terima Ho yaitu 0.386 > 0.05. Dari hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Return On Assets (ROA) tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham secara parsial. Hasil penelitian ini mendukung hasil dari penelitian sebelumnya (Sasongko dan Wulandari:2006) dimana penulis menyimpulkan dari hasil penelitiannya bahwa ROA tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham.

Variabel kedua yaitu ROE diperoleh hasil -4618.167 menunjukan hubungan yang tidak searah dengan harga saham. Hasil t-hitung dan signifikan diperoleh nilai sebesar -0.789 dan 0.437 Sedangkan nilai t-tabel dengan tingkat signifikan 0,05 dan df = 27 (0,05;27) adalah sebesar 2,052.

Dari hasil tersebut berlaku t-tabel > t-hitung atau Ho diterima dimana 2,052 > -0.789. Dengan membandingkan tingkat signifikan t-hitung dengan tingkat signifikan t-tabel, diperoleh t > 0,05 atau terima Ho yaitu 0.437 > 0.05. Dari hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Return On Equity (ROE) tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham secara parsial. Hasil ini juga mendukung penelitian sebelumnya (Timbul:2009), (Sasongko dan Wulandari:2006) yang menyatakan ROE tidak berpengaruh terhadap harga saham.

Variabel berikutnya yaitu EVA. Nilai B dari variabel ini didapat sebesar -390.062 yang artinya memiliki hubungan tidak searah dengan harga saham. Kemudian hasil t-hitung dan signifikan diperoleh nilai sebesar -1.360 dan 0.81. Sedangkan nilai t-tabel dengan tingkat signifikan 0,05 dan df = 27 (0,05;27) adalah sebesar 2,052. 

Dari hasil tersebut berlaku t-tabel > t-hitung atau Ho diterima dimana 2,052 > -1.360. Dengan membandingkan tingkat signifikan t-hitung dengan tingkat signifikan t-tabel, diperoleh t > 0,05 atau terima Ho yaitu 0.81> 0.05. Dari hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Economic Value Added (EVA) tidak memiliki pengaruh terhadap harga saham secara parsial. Hasil diatas mendukung penelitian sebelumnya (Meita:2009; Sasongko dan Wulandari:2006) dimana variabel EVA tidak berpengaruh terhadap harga saham.
Variabel terakhir yaitu MVA. Nilai B dari MVA menunjukan angka sebesar 48.947 dimana angka tersebut menggambarkan MVA mempunyai hubungan searah dengan harga saham. Kemudian hasil t-hitung dan signifikan diperoleh nilai sebesar 4.508 dan 0,000. Sedangkan nilai t-tabel dengan tingkat signifikan 0,05 dan df = 27 (0,05;27) adalah sebesar 2,052.

Dari hasil tersebut berlaku t-tabel < t-hitung atau tolak Ho dimana 2,052 < 4.508. Dengan membandingkan tingkat signifikan t-hitung dengan tingkat signifikan t-tabel, diperoleh t < 0,05 atau terima Ho yaitu 0.000 > 0.05. Dari hasil tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa Market Value Added (MVA) berpengaruh terhadap harga saham secara parsial. Hasil diatas mendukung penelitian sebelumnya (Meita:2009).
    V.            KESIMPULAN KETERBATASAN PENELITIAN DAN SARAN
Berdasarkan uraian dan pembahasan dari bab-bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.           Hasil pengujian secara parsial menunjukkan dari keempat variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini hanya Market Value Added (MVA) yang memiliki pengaruh terhadap harga saham PT. Telkom Tbk. Hal tersebut ditunjukan dari hasil signifikasi yang diperoleh sebesar 0,000 yang berada dibawah tingkat signifikan 0,05.
           
2.          Hasil pengujian secara Simultan menunjukan bahwa ROA, ROE, EVA dan MVA memiliki pengaruh terhadap harga saham PT. Telkom Tbk. Hal tersebut ditunjukan berdasarkan hasil dari nilai signifikan sebesar 0.00 atau berada di bawah 0,05
Keterbatasan Penelitian
1.      Penelitian ini hanya menggunakan 4 variabel bebas yaitu Retun On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Economic Value Added (EVA), dan Market Value Added (MVA) Sehingga variabel bebas dalam penelitian ini hanya mampu menjelaskan 52,7% variabel terikatnya, sisanya dijelaskan oleh variabel lain.

2.      Objek pada penelitian ini terbatas pada 1 perusahaan saja.

3.      Periode waktu yang digunakan hanya tebatas selama 8 tahun yaitu dari periode 2005-2012.

Saran
Berdasarkan dari kesimpulan yang telah diuraikan, maka beberapa saran yang dapat penulis berikan yang sekiranya dapat dijadikan sebagai masukan atau rekomendasi adalah sebagai berikut :
1.                  Bagi perusahaan khususnya mananjemen diharapkan mampu meningkatkan kinerja perusahaan yang akan mempengaruhi tingkat kesejahteraan dari pemegang saham (investor). Hal ini dikarenakan MVA sebagai alat ukur penilaian sukses tidaknya perusahaan dalam menciptakan kekayaan bagi pemegang saham berpengaruh terhadap harga saham perusahaan tersebut.

2.                  Bagi investor  yang hendak menanamkan modalnya alangkah baiknya para pemegang saham (investor) tetap mempertimbangkan ROA, ROE, EVA dan MVA sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi. Selain kinerja keuangan para investor juga memperhatikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi harga saham, seperti tingkat suku bunga, kebijakan moneter dan fiskal, situasi perekonomian , keadaan politik nasional, dan situasi bisnis internasilonal.

3.                  Bagi para peneliti yang akan melakukan penelitian sejenis, disarankan sebaiknya menambah objek penelitian menjadi 2 atau lebih perusahaan  dan menambah penggunaan periode laporan keuangan  sehingga hasil yang didapat akan lebih akurat

Selasa, 28 Mei 2013



sSkill 1 : Subject and Verbs
Serangkaian kata dikatakan sebagai sbuah kalimat jika di dalamnya terdpat subjek dan predikat. Tidak berbeda jauh dengan kalimat dalam  bahasa Inggris, harus ada minimal sebuah Subject dan sebuah Verb.

STRATEGI:
Pada skill 1 ini kita akan mulai dengan kalimat 1 clause (kalimat tunggal). Pastikan kalau dalam kalimat itu terdapat subyek dan kata kerjanya. Mungkin anda diminta untuk mencari subjeknya saja, atau kata kerjanya saja, atau kedua-duanya. Pastikan juga kalau dalam kalimat itu tidak terdapat subjek dan kata kerja yang berlebihan.

Contoh 1:

    ....................was ringing continuously for hours.

    (A) Loudly
    (B) In the morning
    (C) The phone
    (D) The bells

    Analisa:

Kalimat di atas memiliki Verb yaitu was ringing, tapi tidak memiliki Subject. Dari pilihan jawaban; (A) Loudly dan (B) In the morning salah karena keduanya adalah adverb. Jawaban (D) The bells juga salah karena bells adalah pluraldan tidak sesuai dengan was ringing yang berbentuk singular verb. Jawaban terbaik adalah (C) The phone karena phone singular verb dan sesuai dengan singular verb was ringing.


Contoh 2:
 
The plane __________ landing at the airport in five minutes.

     (A) it is
     (B) it really is
     (C) is descending
      (D) will be

Analisa:

Kalimat diatas memiliki Subject The plane dan kata kerja landing. Tapi kata kerja landing belum lengkap (not complete verb) dan harus memiliki tobe is untuk menjadikan kata kerja itu kata kerja yang lengkap (complete verb). Jawaban (A) it is dan (B) it really is salah karena akan ada double Subject it dan plane. Jawaban (C) is descending salah karena ada double subject descending dan landing. Jawaban terbaik adalah (D) will be karena kalau will be di gabungkan dengan landing akan menjadi complete verb.

EXERCISE 1:

Find the subjects and the verbs in each of the following sentences. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect ( I ).

1. My best friend always helpful with problems. ( I )
Analisa:
·         Subject dari kalimat ini adalah My best friend, tapi tidak memiliki Verb is.
·         Kalimat yang benar seharusnya My best friend is always helpful and with problems.

2. The customer paying the clerk for the clothes. (I)
Analisa:
·         Kalimat diatas sudah memiliki Subject the customer dan part of verb paying. Kalimat diatas membutuhkan tobe untuk menjadikannya complete verb.
·         Kalimat yang benar seharusnya adalah The customer is paying the clerk for the clothes.

3. The professor handed the syllabus to the students. (C)
Analisa:
·         Kalimat diatas sudah memiliki Subject professor dan Verb handed.

SKILL 2  : OBJECTS OF PREPOSITIONS
Object of preposition adalah benda atau kata ganti benda yang datang sesudah preposisi (in, at, on, to, by, of, behind, about, above, across, after, against, along, among, around, as, bellow with, dan lain-lain)
Contoh :  (After his exams) Tom will take a trip (by boat)
Kalimat ini terdiri dari 2 object of prepositions. Exams adalah object of prepositions dari after dan boat adalah object of prepositions dari by. Sebuah object of prepositions bisa membingungkan, sebab dia bisa disalah artikan sebagai subyek dalam kalimat tersebut. Tetapi yang harus anda ingat bahwa kata yang hadir sesudah preposisi (in, at, on, dll) adalah sebagai object of prepositions, jadi tidak mungkin dia berfungsi sebagai subyek.

Contoh 1 :
With his friend …….found the movie theater
(A)   Has
(B)   He **
(C)   Later
(D)   When
Analisa : B
Terlebih dahulu anda harus menentukan subyek dan kata kerjanya, seperti contoh di atas, kita sudah menemukan kata kerjanya yaitu found , berarti dalam kalimat itu yang tidak ada subyeknya. Jangan mengira bahwa friend adalah subyek, sebab friend adalah object of prepositions dari with. Jadi jawaban yang benar (B) he.

Contoh 2 :

To Mike ____ was a big surprise.

(A) really
(B) the party
(C) funny
(D) when

Analisa:

·         Dari kalimat diatas, harus dipahami bahwa Mike (noun) bukalah Subject tapi object of preposition dari To. 
·         Subject dari kalimat diatas tidak ada, sedangkan Verbnya adalah was.
·         Karena yang dibutuhkan adalah Subject, maka jawaban terbaik adalah (B), the party. Sedangkan (A), (C), dan (D) salah karena mereka bukanlah Subject.

Exercise 2:

1. The name of the baby in the crib is Jack. (C)

Analisa:
·         The Crib bukanlah subjedct, tapi hanyalah Object of Preposition dari in.
·         Sedangkan Subjectnya adalah name dan Vernya adalah is.
2. By the next meeting of the class need to turn in the papers.( I)

Analisa:
·         the class bukanlah Subject, tapi hanya object of preposition dari of.
·         Kalimat diatas tidak memiliki Subject, tapi memiliki verb yaitu need to turn.
·         Kalimat yang benar seharusnya By the next meeting of the class they need to turn in the paper.
3. The directions to the exercise on page 20 unclear.

Analisa:
·         page 20 bukanlah subject, tapi hanya object of preposition dari on.
·         Kalimat diatas memiliki Subject yaitu the directions, tapi tidak memiliki Verb.
·         Adapun kalimat yang benar adalah The directions to the exercise on page 20 are unclear.

SKILL 3 : PRESENT PARTICIPLES
Present participles adalah bentuk kata kerja berakhiran –ing (talking, playing). Dia akan berfungsi sebagai kata kerja kalau di dahului oleh bentuk kata kerja be.
Contoh: The man is talking to his friend
                                       Verb

Present participles berfungsi sebagai kata sifat (adjective) apabila dia tidak dahului oleh bentuk kata kerja be.
Contoh: The man talking to his friend has a beard
                                Adjective
Pada kalimat di atas talking adalah kata sifat dan bukan bagian kata kerja, karena tidak di dahului oleh bentuk be. Kata kerja dalam kalimat ini adalah has.

Contoh 1:
The child…………playing in the yard is my son.
(A)   Now **
(B)   Is
(C)   He
(D)   Was

Analisa : A
Pada contoh ini, child adalah sebagai subyek, dan mungkin anda akan mengira kalau playing sebagai verb. Apabila itu terjadi mungkin anda akan memilih jawaban B atau D untuk melengkapinya, tetapi itu salah, sebab playing disini bukan sebagai kata kerja, anda harus menyimpulkan bahwa playing sebagai bagian dari kata sifat yang tidak memerlukan be dan kata kerja yang sebenarnya dalam kalimat ini adalah is. Jadi jawaban yang benar adalah (A) Now.

Contoh 2 :

The film ____ appearing at the local theater is my favorite.

(A) now
(B) is
(C) it
(D) was

Analisa:

·         appearing bukanlah part of a verb tapi adjective.
·         Subject nya adalah film dan verbnya adalah is.
·         Jawaban (B), (C) atau (D) salah karena  kalimat diatas sudah memiliki verb.
·         Jawaban terbaik adalah (A) now. 

EXERCISE 3:
Look at the following sentences and Check if they are correct (C) or incorrect (I).

1. The crying baby needs to be picked up. (C)
           ADJ.
     Analisa:
·         Kalimat diatas sudah benar karena crying berfungsi sebagai adjective.
·         Subject dari kalimat diatas adalah baby, sedangkan verb nya adalah needs to be picked up

2. The clothes are lying the floor should go into the washing machine. (I)
                          VERB
    Analisa:
·         kalimat diatas salah karena are lying seharusnya lying dan berfungsi sebagaiadjective bukan bagian dari kata kerja (part of a verb)..
·         Sedangkan kalimat yang benar adalah  The clothes lying the floor should go into the washing machine.

3. The waitress bringing the steaming soup to the waiting diners. (I)
    Analisa:
·         Kalimat diatas salah karena bringing seharusnya is bringing dan berfungsi sebagai part of a verb bukan adjective.
·         Kalimat yang benar seharusnya adalah  The waitress is bringing the steaming soup to the waiting diners.

SKILL 4  : PAST PARTICIPLES
1. Sebagai part of a verb
Past participle akan berfungsi sebagai part of a verb (bagian dari kata kerja) apabila ditemani oleh have, has, had and be (am, is, are, was, were).

Contoh:
·         The mailman has left a letter in the mailbox. (Left is part of a verb)
·         The classes were taught by Professor Smith. (Taught is part of a verb)
      Analisa:
·         Pada kalimat pertama, left adalah bagian dari kata kerja karena ditemani oleh has.
·         Pada kalimat kedua, taught adalah bagian kari kata kerja karena ditemani oleh be (were)

2. Sebagai adjective
 Past Participle berfungsi sebagai kata sifat (adjective) apabila tidak ditemani dengan have, has, had atau be (am, is, are, dan were).

Contoh:
·         The letter left in the mailbox was for me. (Left is ADJECTIVE)
·         The classes taught by Professor Smith were very interesting. (Taught is ADJECTIVE)
Analisa:
·         left adalah adjective karena tidak ditemani oleh has/have or to be. SedangkanSubject dari kalimat pertama adalah The letter dan Verb nya adalah was.
·         taught adalah adjective karena tidak ditemani oleh has/have atau to be. Sedangkan Subject dan verb dari kalimat kedua adalah The classes dan were.
Contoh dibawah ini menunjukan bagaimana past participle bisa membingungkan.

The bread _____ baked this morning smelled delicious.

(A) has
(B) was
(C) it
(D) just

Analisa:
·          baked bukanlan part of a verb, tapi adjective. Verb dari kalimat diatas adalahsmelled dan Subject nya adalah The bread.
·         Jawaban (A) dan (B) salah karena baked adjective dan tidak membutuhkan helping verb.
·         Jawaban (C) salah karena kalimat diatas sudah memiliki Subject.
·         Jawaban terbaik adalah just.
·          
Contoh 2 :               

The family has purchased a television
                                                            Verb
                                The poem was written by Sri
                                                           Verb

Pada kalimat pertama kata purchased merupakan kata kerja, karena dia hadir bersama has. Pada kalimat ke dua katawritten merupakan kata kerja, karena dia hadir bersama was.
Past participles berfungsi sebagai kata sifat (adjective) jika dia hadir sendiri tanpa diawali have atau be.
Contoh:                                The television purchased yesterday was expensive
                                                                Adjective

                                The poem written by Linda appeared in the magazine
                                                     Adjective

Pada kalimat pertama purchased sebagai adjective sebab dia hadir tanpa have atau be, dan dalam kalimat ini kata kerjanya adalah was. Begitupun pada kalimat ke dua, written sebagai adjective dan kata kerjanya adalah appeared.

EXERCISE 4: Each of the following sentences contains one or more past participles. Circle the past participles, and label them as adjectives or verbs. Then indicate if the sentences are correct (C) or incorrect (I).

1. The food is served in this restaurant is delicious. (Incorrect)
    Analisa:
·         is served harusnya served saja karena berfungsi sebagai adjective.
·         Sedangkan Subject nya adalah The food dan Verb nya adalah IS.
·         Kalimat yang benar adalah The food served in this restaurant is delicious.

2. The plane landed on the deserted runway. (Correct)
    Analisa :
·         Subject is The place and Verb is landed
·         Deserted adalah  adjective

3. The unexpected guests arrived just at dinnertime. (Correct)
    Analisa:
·         unexpected adalah adjective.
·         Subject nya adalah guests dan Verb nya arrived. 

Skill 5 : Coordinate Connector 

Yang dimaksud dengan Coordinate Connector adalah AND, BUT, OR, or SO. Banyak kalimat dalam Bahasa Inggris yang terdiri dari dua klausa ( Klausa adalah kelompok kata yang paling sedikit terdiri dari satu Subject dan satu Verb (Predikat).  Ketika ada dua kalimat dalam Bahasa Inggris, kita harus menggabungkannya dengan benar. Saalahs atu cara untuk menggabungkan dua buah kalusa adalah dengan menggunakan AND, BUT, OR, or SO.

Contoh:

1.      The sun was shining and the sky was blue.
2.      The sky was blue, but it was very cold.
3.      It may rain tonight, or it may be clear.
4.      It was raining outside, so I took my umbrella.
Analisa:

·         Keempat kalimat diatas terdiri dari dua klausa dan semuanya di hubungkan dengan sebuah Coordinate Coonector. Contoh berikut ini akan menunjukan bagaimana Coordinate Connector di Tes di Structure Questions pada TOEFL Test.

Contoh:

I forgot my coat, ____ I got very cold.

(A) then
(B) so
(C) later
(D) as a result

Analisa:
·         Kalimat diatas memiliki dua  buah klausa:  I forgot my coat dan I got very cold. Untuk menghubungkannya, kita harus menggunakan sebuah Coonector. KataThen (A), later (C), dan as a result (D) bukanlah Connector. Jadi jawaban terbaik adalah (B) karena so bisa menghubungkan kedua klausa tersebut dengan benar.

EXERCISE 5:

Exercise 5 dibawah ini fokus pada permasalahan Coordinate Connector.  Baca kalimatnya dan tentukan apakah jawabannya Correct (C) atau Incorrect (C).

1. The lawn needs water every day, or it will turn brown. (C)
    Analisa:
·         Kedua Klausa diatas sudah benar, begitu juga dengan Coordinate Connectornya. 

2. The book was not long, it difficult to read. (I)
    Analisa:
·         Klausa kedua tidak memiliki verb (is) dan  Connector.
·         Kalimat yang benar adalah The book was not long, but it is difficult to read.

3. It was raining, so decided not to go camping. (I)
    Analisa:
·         Klausa/kalimat kedua tidak memiliki Subject. Tapi sudah memiliki connector, so.
·         Kalimat yang benar seharusnya adalah It was raining, so I decided not to go camping.

sumber : http://www.toeflibtpreparation.net/ ; http://bunda-agadan.blogspot.com/2011/04/persiapan-toefl-latihan-structure-skill.html