Kamis, 07 April 2011

MANFAAT MINUM BIR

Bir mungkin lebih banyak mengundang kesan miring daripada lurus. Namun minuman alkohol ringan ini sebenarnya menyimpan manfaat untuk kesehatan.


Mengurangi Resiko Jantung
Sejumlah studi, diantaranya Institute of Epidemiology di University of Muenster, menemukan bahwa meminum bir dalam jumlah moderat mengurangi resiko terkena penyakit jantung koroner. Alasannya sederhana, alkohol dapat meningkatkan HDL, atau kolesterol baik yang berguna merawat jantung.



Kaya Vitamin
Berdasarkan penelitian TNO Nutrition and Food Research Institute, Jerman, peminum setia bir meningkatkan 30 persen kadar vitamin B6 lebih banyak dalam tubuh, dibanding mereka yang tidak minum bir, atau dua kali lebih banyak dari peminum anggur merah.

Menghindari Resiko Batu Ginjal
Lagi-lagi penelitian yang dimuat dalam American Journal of Epidemiology menyebutkan resiko orang paruh baya yang gemar minum bir terkena batu ginjal menurun sebanyak 40 persen, dibanding mereka yang tidak minum sama sekali. Belum dapat ditemukan memang, komponen mana yang menyebabkan bir menjadi sakti untuk menangkal batu ginjal, tapi penemuan ini jelas menguntungkan.



Teman Baik Wanita Paruh Baya
Studi dari Harvard menemukan wanita paruh baya yang rajin minum bir terbukti memiliki fungsi mental yang lebih baik, dan tulang lebih padat. Hal ini karena bir mengandung semacam zat yang mirip dengan esterogen, hormon wanita yang berkurang seiring usia.



Mencegah Kanker
Senyawa Xanthohumol dalam bir terbukti dapat menghambat sel kanker berkembang dalam tubuh. Karena itu konsumsi bir tidak berlebihan sama saja dengan memasukkan anti bodi kanker.


TENTANG DIABETES

Amatilah tubuh Anda, jika kadang Anda merasa selalu haus, lebih cepat haus daripada biasanya. Dan jika Anda merasa begitu capek, seperti kurang tidur, dan mungkin Anda juga mengalami penurunan berat badan secara signifikan tanpa mengikuti program diet, ketika Anda tidur, Anda senantiasa terbangun untuk buang air kecil.
Ketika Anda menyadari hal tersebut, Anda mungkin berpikir “Ah, nanti juga hilang”. Tetapi gejala tersebut bisa saja penyakit yang berkembang dan akan menghantui Anda seumur hidup.
Anda bisa saja merupakan salah satu dari 250 juta orang di dunia yang mengidap diabetes. Bahkan satu per tiga dari penderita diabetes tidak menyadari bahwa mereka mengidap diabetes. Diabetes adalah salah satu penyakit yang dapat menyebabkan komplikasi jantung, gagal ginjal, amputasi dan kebutaan.

Apa itu Diabetes?
Diabetes adalah suatu kondisi dimana tubuh tidak bisa menghasilkan insulin atau mempunyai kesulitan untuk menggunakan insulin secara sempurna, insulin dibutuhkan tubuh untuk memproses glukosa, gula yang dibutuhkan tubuh Anda sebagai energi. Jika tubuh Anda tidak dapat memproduksi atau menggunakan insulin dengan benar, maka tubuh Anda dapat menampung terlalu banyak atau terlalu sedikit gula di dalam darah.

Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi diabetes dapat dikontrol melalui diet atau pengaturan pola makan dan pengobatan. Diabetes jika dibiarkan dapat menjadi penyakit yang berbahaya dan menimbulkan berbagai macam komplikasi.

Ada dua macam diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan diabetes tipe 2

Diabetes tipe 1
Diabetes jenis ini terjadi ketika tubuh Anda tidak memproduksi insulin tanpa penyebab yang jelas, biasanya dimulai ketika seseorang masih kecil atau sejak lahir, oleh karena itu pengobatan diabetes tipe 1 biasanya memakai suntikan insulin untuk mengkompensasi pankreas yang tidak bekerja dengan baik. Pankreas adalah organ yang memproduksi insulin di dalam tubuh.

Diabetes tipe 2
Diabetes tipe dua adalah keadaan dimana pankreas tidak memproduksi insulin yang cukup atau tubuh memproduksi insulin dalam jumlah yg cukup tetapi tidak mampu menggunakannya. Banyak orang yang tidak sadar dirinya mengidap diabetes tipe dua dan sekitar 60.000 kasus didiagnosis setiap tahunnya.

Apa saja komplikasi yang dapat terjadi dengan diabetes
Diabetes adalah penyakit seumur hidup, jika tidak dirawat, maka kadar gula dalam darah yang tinggi dapat menyebabkan:
  • Kebutaan
  • Penyakit jantung
  • Kurangnya aliran darah ke organ-organ tertentu, sehingga perlu diamputasi
  • Kerusakan syaraf
  • Gangguan ereksi
  • Stroke

Faktor resiko
Faktor resiko diabetes tipe pertama masih belum diketahui dengan jelas tetapi diabetes tipe dua disebabkan oleh banyak hal seperti:
Umur, Anda yang berusia 40 tahun ke atas lebih beresiko untuk terkena diabetes.Obesitas, berat badan berlebih, khususnya lemak perut akan meningkatkan resiko terkena diabetes.

Gaya hidup yang terlalu pasif, duduk di kantor seharian, tidak pernah berolahraga dan kurang tidur dapat meningkatkan resiko
Mempunyai keluarga yang mengidap diabetesPola makan yang tinggi kolesterol dan tinggi lemak buruk atau lemak jenuh.Suku atau ras tertentu lebih mudah untuk mengidap diabetes.

Makanan
Makanan yang Anda makan 80% akan diubah menjadi glukosa (gula) oleh tubuh, walaupun Anda jarang makan permen atau coklat, masih banyak makanan lain yang diubah menjadi gula oleh tubuh, antara lain:
  • Nasi putih
  • Segala jenis roti kecuali roti gandum utuh
  • Kentang, pisang dan buah-buahan tertentu yang kadar GI-nya tinggi
  • Sirup dan es krim, serta semua makanan manis lainnya

Apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diabetes
Pengaturan pola makan dan olahraga. diet yang sehat dan olahraga dapat mengurangi resiko diabetes. Batasi jumlah lemak jenuh dan lemak trans di dalam pola makan Anda, dan jangan merokok serta mengkonsumsi makanan yang manis-manis.

PENGEMBANG VAKSIN CACAR

 Siapa yang sudi berantakan mukanya kena cacar? Tidak ada. Dokter Inggris Edward Jenner adalah orang yang mengembangkan dan mempopulerkan teknik vaksinasi untuk mencegah penyakit yang menyeramkan itu.


Berterima kasihlah kita kepada Jenner karena penyakit cacar praktis sudah tersapu dari muka bumi sehingga jarang lagi orang membayangkan betapa menakutkannya penyakit itu di abad lampau. Cacar begitu gampang menjalar sehingga bagian besar orang Eropa kena penyakit ini dalam masa hidupnya. Bukan saja mengerikan tetapi juga membunuh, sehingga antara 10-20 persen yang kehinggapan penyakit ini melayang ke alam baka. Dan bagi mereka yang nasib baik bisa bertahan hidup, kacau-balaulah wajah mukanya, bolong-bolong seperti parutan, seumur-umur. Cacar tidak cuma terbatas di Eropa tentu saja, tetapi melanda seluruh Amerika Utara, India, Cina dan hampir semua bagian dunia. Di mana-mana, anak-anaklah yang sering jadi korban penyakit ini.


Bertahun-tahun usaha sudah ditempuh orang bagaimana menemukan cara yang dapat diandalkan mencegah penyakit cacar. Sudahlah lama diketahui, barangsiapa mampu bertahan hidup dari serangan cacar, sesudah itu malahan jadi kebal dan tidak bakalan lagi tersiksa penyakit itu untuk yang kedua kalinya. Di daerah Timur, pengamatan ini sudah dijelmakan dalam praktek menginjeksi serum ke dalam tubuh orang sehat dengan sesuatu yang diambil dari tubuh penderita cacar ringan, dan sesudah sembuh dia akan kebal.

Praktek ini diperkenalkan di Inggris di awal abad ke-18 oleh Lady Mary Wotley Montagu, dan sudah dikenal lama bertahun-tahun sebelum Jenner. Dan Jenner sendiri sebenarnya sudah disuntik macam itu tatkala umurnya sembilan tahun. Tetapi, cara pencegahan seada-adanya ini bisa bawa akibat gawat; sejumlah orang yang begitu disuntik bukannya kena cacar enteng malah cacar sungguhan sehingga hancur-leburlah kulit mukanya. Nyatanya sekitar dua persen pada saat sesudah suntikan itu, segera kena serangan cacar yang fatal! Jelas, cara yang lebih sempurna amat diperlukan.



Jenner dilahirkan tahun 1749, di kota kecil Berkeley di Cloucestershire, Inggris. Selaku bocah berumur dua belas tahun dia sudah magang jadi ahli bedah. Kemudian dia belajar anatomi dan bekerja di rumah sakit. Tahun 1792 dia peroleh ijazah dokter dari Universitas St. Andrew. Di usia pertengahan empat puluhan dia sudah jadi dokter yang berbobot dan ahli bedah di Goncestershire.


Jenner sudah terbiasa dengan kepercayaan – yang umum dianut oleh para petani dan wanita pemerah susu di daerahnya – bahwa orang yang kehinggapan penyakit “cacar sapi” semacam penyakit ternak ringan yang bisa menular kepada manusia, tak akan pernah tertimpa penyakit cacar. (“cacar sapi” itu sendiri tidak berbahaya, meskipun gejala-gejalanya mirip dengan cacar biasa). Jenner menyadari, bilamana kepercayaan para petani itu mengandung kebenaran, maka menyuntikkan “cacar sapi” ke tubuh manusia akan merupakan cara yang aman untuk membuat mereka kebal terhadap cacar. Dia pelajari dengan seksama masalah ini, dan menjelang tahun 1796 dia betul-betul yakin bahwa kepercayaan para petani itu memang ternyata tidak meleset. Maka Jenner memutuskan mencobanya secara langsung.


Di bulan Mei 1796 Jenner menyuntik James Phipps, seorang bocah lelaki berumur delapan tahun dengan sesuatu yang diambil dari bintik penyakit “cacar sapi” yang ada di tangan seorang pemerah susu. Sebagaimana memang diharapkan, bocah kecil itu kehinggapan “cacar sapi” tetapi segera sembuh. Beberapa minggu kemudian, Jenner menyuntikkan Phipps serum cacar. Dan sebagaimana diharapkan pada bocah itu tak tampak tanda-tanda penyakit.


Sesudah melakukan penyelidikan bebih mendalam, Jenner memperkenalkan hasil-hasil usahanya lewat sebuah buku tipis berjudul An Inquiry into the Causes and Effects of the Variolae Vaccinae, diterbitkannya secara pribadi tahun 1798. Buku itulah yang jadi penyebab diterimanya vaksinasi secara umum dan berkembang luas. Sesudah itu Jenner menulis lima artikel lagi mengenai soal vaksinasi, dan bertahun-tahun dia mengabdikan waktunya menyebarluaskan pengetahuan tentang tekniknya dan kerja keras agar dapat diterima orang.


Praktek vaksinasi berkembang cepat di Inggris, kemudian menjadi hal yang diharuskan dalam kalangan Angkatan Darat dan Angkatan Laut Inggris. Dan berbarengan dengan itu diterima pula oleh sebagian besar negeri-negeri di dunia.


Jenner dengan cuma-cuma mempersembahkan tekniknya kepada dunia dan tak berusaha sedikit pun peroleh keuntungan uang dari itu. Tetapi, di tahun 1802 parlemen Inggris sebagai tanda terimakasih dan penghargaan menghadiahkannya uang sejumlah 20.000 pond. Maka Jenner pun menjadi orang yang tennasyhur di jagad, dibanjiri rupa-rupa penghormatan dan medali. Jenner kawin dan punya tiga anak. Dia hidup hingga umur 73 tahun, meninggal dunia di awal taliun 1823 di rumahnya di kota Berkeley.


Seperti kita saksikan, Jenner menciptakan sendiri gagasan bahwa serangan penyakit “cacar sapi” dapat memberikan kekebalan terhadap cacar; dia dengar masalah itu dari orang lain. Dan juga ada bukti menunjukkan bahwa sudah ada yang melakukan vaksinasi “cacar sapi” sebelum Jenner melakukannya.


Tetapi, kendati Jenner bukanlah seorang ilmuwan orisinal yang luar biasa, tidak banyak orang yang sudah melakukan sesuatu yang begitu besar membawa manfaat bagi kemanusiaan. Melalui penyelidikan-penyelidikannya, percobaan-percobaannya, dan tulisan-tulisannya, dia salurkan dan alihkan kepercayaan rakyat awam yang tadinya tidak diperhatikan secara serius oleh dunia pengobatan, menjadi praktek baku yang telah menyelamatkan jutaan nyawa manusia. Meskipun teknik Jenner hanya bisa dipakai untuk mencegah satu jenis penyakit, tetapi penyakit itu betul-betul penyakit yang punya bobot bahaya. Berkat hasil kerja itu dia peroleh puji dan penghormatan, baik pada masanya maupun oleh generasi sesudahnya.


EDWARD JENNER 1749-1823


Diambil dari:
Seratus Tokoh yang Paling Berpengaruh dalam Sejarah
Michael H. Hart, 1978


10 CARA BERSOPAN-SANTUN DALAM BER-EMAIL

Bagi sebagian besar orang, email tampaknya menjadi rahmat sekaligus bencana. Email dapat menghemat biaya komunikasi, terutama pada orang-orang yg jarang berhubungan dengan kita. 


Namun, dapat membuat kita menderita dengan menerima banjir “spam email”. Tidak banyak hal yang bisa kita lakukan untuk menghadapi para “spammers” ini kecuali terus-menerus melaporkannya pd “network administrator” kita. Bagaimanapun, dalam melakukan korespondensi pribadi, kita seyogyanya tetap bersopan-santun untuk menjaga hubungan baik.


Berikut 10 saran bersopan-santun dalam ber-email ria :

1. Benahi susunan email “forwards” anda.
Bila anda ingin memforward sebagian atau seluruh pesan pada pihak lain, maka luangkan sedikit waktu anda untuk menghapus tanda yang biasanya muncul. Seperti tanda “>” dsb.



2. Gantilah “Subject” atau Judul email bila topik pembicaraan anda berubah.
Seringkali setelah saling bertukar email beberapa kali, topik pembicaraan berubah dari aslinya, namun “subject” atau judul email belum juga diganti. Akan jauh lebih mudah untuk melacak email yang masuk bila “subject” disesuaikan dan dapat mencerminkan isi email yang sedang anda tulis.



3. Hapuslah pesan reply yang tidak perlu.
Beberapa program email secara otomatis memunculkan isi email yang terdahulu bila anda sedang membalas / mereplynya. Ada baiknya anda menghapus pesan tersebut dan hanya tinggalkan pesan yang benar-benar anda anggap perlu.

4. Jangan teruskan surat berantai.
Anda tentu merasa terganggu dan jengkel bila seseorang mengirimi anda sebuah email tentang humor atau cerita-cerita, kemudian meminta anda untuk meneruskannya dengan segera pada 10 teman anda yang lain, atau bila tidak maka anda akan ketiban sial. Mengapa anda juga bermaksud mengganggu dan membuat orang lain jengkel bila anda meneruskan email semacam ini? Hapus saja dengan menekan tombol “delete”.



5. Hormati privacy orang lain.
Ini termasuk juga alamat email mereka. Bila anda sedang mengirim email ke sejumlah orang yang mungkin satu-sama- lain tidak saling mengenal, gunakan “bcc” atau “blind carbon copy ” agar alamat-alamat email mereka tidak saling diketahui. Bila anda mudah mengirim email ke banyak alamat sekaligus tanpa mempertimbangkan saran ini, maka bersiap-siaplah untuk dikomplain karena mereka menerima spam.



6. Jangan melakukan spam.
Mungkin saja anda tidak sengaja melakukannya, tetapi banyak orang tidak menyadari jika mereka menggunakan alamat-alamat email yang mereka dapat dari “forwarded email”, kemudian menggunakannya tanpa permisi, ini termasuk bentuk spam.


7. Jangan berteriak-teriak.
Menulis dengan mengaktifkan huruf besar (tombol “Caps Lock”) dapat diartikan sebagai pertanda kemarahan. Orang mungkin menganggap anda sebagai pengguna internet yang tidak baik, atau tidak sopan sama sekali.



8. Jangan mudah “terbakar”, over-reaksi, atau terburu-buru menghapus suatu email tanpa berusaha memikirkannya dgn baik.
Dalam bahasa tulis, kita memiliki waktu untuk memikirkan bagaimana kita merespon atas sesuatu email yang membuat kita marah. Begitu juga dengan beremail ria. Bila anda merasa dipenuhi dengan emosi yang kuat, kemudian menulis balasan dengan emosional pula, maka sebaiknya jangan keburu anda kirim email tersebut. Simpanlah dulu dalam “draft folder” selama beberapa hari untuk dibaca ulang. Banyak persahabatan yang hancur gara-gara terburu-buru menanggapi suatu email tanpa berusaha memikirkannya dengan bijaksana.



9. Bersabarlah dalam menunggu “reply”.
Ketahuilah, orang tidak hanya hidup dengan internet. Mereka mungkin tidak membalas email anda dengan segera. Masih banyak orang yg men-cek email mereka seminggu sekali.



10. Akuilah bahwa tidak semua orang senang menerima segala yang anda anggap lucu.
Jangan terus-menerus mengirimkan sesuatu pada mereka yang tidak pernah membalasnya, meskipun dengan ucapan terima kasih.

Jangan lupa: Luangkan waktu juga untuk memikirkan apa yang kita forward kan dan kepada siapa kita mem-forwardkan suatu email. Tidak semua orang setuju atau suka dengan materi yang kita forwardkan.
Untuk orang-orang tertentu, subyek-subyek tertentu (yang kita anggap lucu dan menarik atau ringan) bisa jadi sangat sensitif dan serius!!

(diadaptasi dari The Top 10 E-mail Courtesy Suggestions, Zoran Todorovich) On Eagle’s Wings


sumber :http://www.googlebottle.com/internet/10-saran-bersopan-santun-dalam-ber-email.html#more-408

PENYAKIT ALZHEIMER

Alzheimer atau kepikunan merupakan sejenis penyakit penurunan fungsi saraf otak yang kompleks dan progresif. Penyakit Alzheimer bukannya penyakit menular. Penderita Alzheimer mengalami keadaan penurunan daya ingat yang parah sehingga penderita akhirnya tidak lagi mampu mengurus dirinya sendiri.


Alzheimer tergolong sebagai salah satu jenis dementia yang ditandai dengan melemahnya kemampuan bercakap, kemampuan berpikir sehat, daya ingat, kemampuan mempertimbangan, adanya perubahan kepribadian dan tingkah laku yang tidak terkendali. Keadaan ini amat membebani penderita dan juga anggota keluarga yang perlu menjaga dan merawatnya. Menurunnya fungsi ingatan juga memengaruhi fungsi intelektual dan sosial penderitanya. Sumber penyakit ini belum diketahui dengan pasti, tetapi bukan karena proses penuaan. Sebagian ilmuwan memperkirakan bahwa kepikunan ini berkaitan dengan pembentukan dan perubahan sel-sel saraf yang normal menjadi semacam serat.
Resiko untuk mengidap Alzheimer meningkat seiring dengan pertambahan usia. “Pada usia sekitar 65 tahun, seseorang berisiko lima persen untuk menderita penyakit ini dan risiko ini meningkat dua kali lipat setiap lima tahun,” menurut Ahli Psikogeriatrik, Kantor Pengobatan Psikologi, Fakultas Pusat Pengobatan Universitas Malaya (PPUM), Dr. Esther Ebeenezer.

Meskipun kepikunan seringkali dikaitkan dengan usia lanjut, namun terbukti bahwa penderita Alzheimer yang pertama diidentifikasi adalah seorang perempuan berusia awal 50 tahunan.



Sejarah Alzheimer
Penyakit ini ditemukan oleh Dr. Alois Alzheimer pada 1907 ini, dinamakan Alzheimer sesuai nama penemunya. Alzheimer menemukan bahwa syaraf otak penderita Alzheimer tidak hanya mengerut, bahkan dipenuhi gumpalan protein luar biasa yang disebut plak amiloid dan serat yang berbelit-belit (neuro fibrillary). Amiloid protein yang membentuk sel-sel plak protein tersebut, dipercaya menyebabkan perubahan kimia otak. Musnahnya sel-sel saraf ini menyebabkan syaraf otak yang berfungsi menyampaikan pesan dari satu neuron ke neuron lain terpengaruh.



Meskipun sudah ditemukan hampir satu abad yang lalu, Alzheimer tidak seterkenal penyakit yang lain seperti hipertensi, Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) atau pun penyakit jantung. Mungkin karena gejala penyakit Alzheimer tidak segera terlihat, berbeda dengan hipertensi yang dapat dipantau melalui pemeriksaan tekanan darah. Penyakit Alzheimer tidak terdeteksi karena adanya anggapan bahwa sering lupa adalah hal yang wajar dialami orang berusia lanjut karena faktor usia. Padahal mungkin saja “sering lupa” tersebut merupakan tanda awal penyakit Alzheimer.
Penyakit Alzheimer menjadi lebih dikenal secara meluas setelah mantan Presiden Amerika Serikat yang ke-40, Ronald Reagan mengemukakan keadaan dirinya dalam suratnya yang tertanggal 5 November 1994. Penelitian klinis terbaru menunjukkan bahwa konsumsi suplemen asam lemak omega-3 dapat memperlambat laju penurunan fungsi kognitif penderita alzheimer ringan.


Gejala dan tingkat keparahan penyakit
Pada taraf ringan gejalanya dapat berupa: lupa dimana menyimpan kunci, lupa mengambil uang kembalian, lupa mau membeli apa di toko, lupa nomor telepon atau tidak ingat mana obat yang setiap hari biasa dimakan.



Pada tingkat menengah: penderita misalnya, lupa mencampurkan gula dalam minuman, garam dalam masakan atau lupa bagaimana cara mengaduk gula di dalam gelas.


Pada tingkat yang parah, penderita sudah tidak mampu melakukan hal-hal mendasar seperti mengurus diri sendiri, tidak lagi mengenali keadaan sekitar rumahnya, tidak mengenali rekan-rekan atau anggota keluarga terdekat.


Penderita Alzheimer dapat menjadi agresif, cepat marah dan kehilangan minat untuk berinteraksi atau hobi yang pernah diminatinya. Penderita tingkat menengah atau parah dapat menunjukkan tingkah laku aneh, seperti menjerit, terpekik atau mengikuti orang ke mana saja, bahkan walau orang tersebut ke WC.


Selain itu, penderita dapat juga mengalami semacam halusinasi seperti mendengar suara atau bisikan halus, atau melihat bayangan menakutkan. Penderita juga kadangkala berjalan mondar mandir tanpa tujuan dan pola tidur mereka juga berubah. Penderita biasanya akan lebih banyak tidur di siang hari dan terus terjaga pada malam hari.
Keadaan tersebut secara tidak langsung memberi tekanan mental kepada perawat atau anggota keluarga yang harus waspada menjaga penderita selama ’36 jam’ sehari.


Kebanyakan penderita Alzheimer meninggal dunia akibat radang paru-paru atau pneumonia karena mereka tidak dapat melakukan berbagai aktivitas fisik lainnya. Yang menyedihkan, adalah bahwa orang yang sakit itu sendiri tidak memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan memerlukan bantuan orang lain. Berita buruknya penyakit Alzheimer ini, tidak dapat disembuhkan. Tetapi, gejalanya masih dapat dikendalikan dengan obat-obatan. Obat-obatan yang diberi pada tingkat awal, dapat membantu ingatan penderita seperti fungsi kognitif, aktivitas dan tingkah laku sehari2.


Prevalensi
Sekitar tahun 1950-an diperkirakan sekitar 2,5 juta warga dunia menderita penyakit ini. Pada tahun 2003 Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), memperkirakan lebih dari satu milyar orang yang berusia di atas 60 tahun atau 10 persen penduduk dunia menderita Alzheimer.



Peningkatan jumlah penderita Alzheimer berkaitan dengan meningkatnya jumlah warga dunia yang berusia lanjut, dan semakin panjangnya usia atau masa hidup warga dunia. Usia hidup perempuan meningkat hingga mencapai usia 80 tahun dan laki-laki mencapai usia 75 tahun. Selain itu, faktor pemeliharaan kesehatan yang semakin baik dan menurunnya tingkat kelahiran..


Orang yang berisiko menderita Alzheimer:
* Penderita hipertensi dengan usia di atas 40 tahun
* Penderita diabetes
* Kurang berolahraga
* Kadar kolesterol yang tinggi
* Faktor keturunan – memiliki keluarga yang menderita Alzheimer pada usia 50-an.


KEHILANGAN MENDAPATKAN


Suatu hari seorang bapak tua hendak menumpang bus.Pada saat ia menginjakkan kakinya ke tangga, salah satu sepatunya terlepas & jatuh ke jalan.Lalu pintu tertutup & bus mulai bergerak, sehingga ia tidak bisa memungut sepatu yg terlepas tadi.Si bapak tua itu dengan tenang melepas sepatunya yg sebelah dan melemparkannya keluar jendela.

Seorang pemuda yg duduk dalam bus melihat kejadian itu, dan bertanya kepada si bapak tua, “Aku memperhatikan apa yg Anda lakukan Pak.Mengapa Anda melemparkan sepatu Anda yg sebelah juga?” Si bapak tua menjawab, “Supaya siapapun yang menemukan sepatuku bisa memanfaatkannya.”

Si bapak tua dalam cerita di atas memahami filosofi dasar dalam hidup – jangan mempertahankan sesuatu hanya karena kamu ingin memilikinya atau karena kamu tidak ingin orang lain memilikinya. Kita kehilangan banyak hal di sepanjang masa hidup. Kehilangan tersebut pada awalnya tampak seperti tidak adil & merisaukan, tapi itu terjadi supaya ada perubahan positif yang terjadi dalam hidup kita.

Kalimat di atas tidak dapat diartikan kita hanya boleh kehilangan hal-hal jelek saja. Kadang, kita juga kehilangan hal baik.

Ini semua dapat diartikan: supaya kita bisa menjadi dewasa secara emosional dan spiritual, pertukaran antara kehilangan sesuatu dan mendapatkan sesuatu haruslah terjadi.

Seperti si bapak tua dalam cerita, kita harus belajar untuk melepaskan sesuatu. Tuhan sudah menentukan bahwa memang itulah saatnya si bapak tua kehilangan sepatunya. Berkeras hati dan berusaha mempertahankannya tidak membuat kita atau dunia menjadi lebih baik. Kita semua harus memutuskan kapan suatu hal, suatu keadaan atau seseorang masuk dalam hidup kita, atau kapan saatnya kita lebih baik bersama yg lain. Pada saatnya, kita harus mengumpulkan keberanian untuk melepaskannya. 

Karena tiada badai yg tak berlalu. Tiada pesta yg tak pernah usai. Semua yg ada di dunia ini tiada yg abadi.



Selasa, 05 April 2011

KEMISKINAN

Kemiskinan adalah suatu keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, minuman , tempat tinggal dll. Kemiskinan dapat juga dipandang sebagai gambaran kekurangan materi, gambaran tentang kebutuhan sosial dan gambaran tentang kurangnya penhasilan dan kekayaan yang memadai.
Kemiskinan selalu menjadi masalah bukan hany di Indonesia. Di dunia menurut laporan bank dunia , ada tahun 1998 terdapart 1,2 miliar orang miskin dari sekitar 5 miliar lebih jumlah penduduk di dunia. Sebagian besar jumlah terbut berada Asia Selatan (43,5%) yang terkonsentrasi di India, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka dan Pakistan. Pada urutan kedua ditempati oleh Afrika Sub Sahara (24,3%). Kemisikinan diwilayah in terutama terjadi karena kondisi tanah ynga tidak mendukung kegiatan pertanian.


Dalam kemiskinan  terdapat beberapa indikator yang biasa digunakan yaitu :
  • Kemiskinan Relatif

Keadaan dimana seseorang memiliki pendapatan di bawah pendapatan sekitarnya atau ia berada pada tingkatan yang paling bawah pada kelompoknya.
  • Kemiskinan Absolut

Keadaan dimana seseorang tidak dapt memenuhi kebutuhan mendasar  atau kebutuhan pokok untuk keberlangsungan hidup (makanan, pendidikan, tempat tinggal dll).
  • Kemiskinan Kultural

Budaya masyarakat yang “menerima” kemiskinan bahkan tidak merespon bantuan yang diberiakan untuk keluar dari kemiskinan tersebut.
  • Kemiskinan Struktural

Disebabkan oleh struktur dan system ekonomi yang timpang dan tidak berpihak pada orang miskin.

Sebab-sebab kemiskinan di Indonesia :

Ketidakmampuan mengelola sumber daya alam secara maksimal


Kebijakan ekonomi yang tidak komitmen terhadap penanggulangan kemiskinan dan terlihat hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi saja.